Artikel Natal: 10 Alasan untuk Mempercayai Allah Menjadi Manusia

  1. Seorang Perawan Mengandung
  2. Seorang Nabi Perjanjian Lama Menubuatkan tentang Pribadi Allah-Manusia
  3. Para Malaikat Mengumumkan Kelahiran Tersebut
  4. Suatu Tanda Muncul di Langit
  5. Waktunya Tepat
  6. Yesus Mengklaim Diri-Nya Setara dengan Allah
  7. Sahabat-Sahabat-Nya Menyembah Dia
  8. Musuh-Musuh Yesus Menuduh Dia Menghujat Allah
  9. Mujizat-Mujizat-Nya Mendukung Pernyataan-Pernyataan-Nya
  10. Kepergian-Nya Lebih Besar/Agung daripada Kedatangan-Nya


1. SEORANG PERAWAN MENGANDUNG
Jika Maria berkata benar, maka bayinya tidak mempunyai ayah manusia. Ia menyatakan bahwa seorang malaikat telah menampakkan diri kepadanya dan memberitahu dia bahwa ia akan mengandung seorang putra dari Roh Allah, dan bahwa anak ini, yang harus dinamainya Yesus, akan menjadi Putra Allah. ( Luk 1:26-35) Jika Maria berbohong, maka malam kelahiran Yesus tidaklah kudus, dan satu-satunya yang diam adalah kebenaran. Tetapi, bagaimana kita bisa mengetahuinya? Bagaimana kita bisa menganggap serius suatu kisah yang biasanya dianggap pantas ditertawakan karena tidak dipercayai. Jawabannya ada dalam bagian selanjutnya. Jika tidak ada saksi-saksi ataupun bukti-bukti, kita bisa mengabaikan pernyataan-pernyataan Maria. Jika kehidupan putranya sama saja dengan kehidupan lainnya, pernyataannya tentang kelahiran dari seorang perawan akan menjadi hal termudah untuk dihilangkan dari seluruh kisah.

2. SEORANG NABI PERJANJIAN LAMA MENUBUATKAN TENTANG PRIBADI ALLAH-MANUSIA
Apa yang kita ketahui adalah bahwa dalam abad ke-7 Sebelum Masehi, nabi Yesaya menubuatkan tentang seorang Hamba Tuhan yang akan memerintah dunia pada hari-hari yang terakhir. Ia menggambarkan suatu hari di mana seluruh bumi akan berdamai dan segala bangsa akan mendaki ke Yerusalem untuk menyembah Allah ( Yes 2). Yesaya mengumumkan, "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai" ( Yes 9:6). Yesaya juga memberikan suatu nubuat misterius yang hanya digenapi sebagian pada masa hidupnya. Nubuat tersebut diawali dengan, "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamai Dia Imanuel" ( Yes 7:14). Imanuel berarti "Tuhan beserta kita."

3. PARA MALAIKAT MENGUMUMKAN KELAHIRAN TERSEBUT
Di padang para gembala di luar Betlehem, sekelompok saksi menjadi jembatan antara Yesaya dan Maria. Menurut catatan Perjanjian Baru, ( Luk 2:8-14) para gembala Yahudi yang ketakutan dikunjungi oleh seorang malaikat yang mengumumkan kelahiran Mesias yang sudah lama dinanti-nantikan Israel. Malaikat itu berkata, "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan" ( Luk 2:10-12). Sebagaimana yang diberitakan oleh para gembala, langit dipenuhi dengan para malaikat yang memuji Allah dan berkata, "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya"

4. SUATU TANDA MUNCUL DI LANGIT
Menurut Perjanjian Baru, sebuah cahaya di langit memberikan kredibilitas tambahan untuk Maria. Sekelompok orang Majus dari Timur mengikuti sebuah "tanda menyerupai bintang" ke Betlehem, kota Yahudi. Yang mereka temukan adalah seorang anak yang mereka percayai sebagai Mesias Yahudi yang telah lama dinantikan. Selama ratusan tahun, para nabi Perjanjian Lama telah membicarakan tentang "sebuah Bintang" dan "suatu Tongkat Kerajaan" yang akan muncul dari Israel. ( Bil 24:17) Perjanjian Lama juga menubuatkan seorang pemimpin Israel yang akan muncul dari Betlehem, seorang pemimpin "yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." ( Mik 5:2)

5. WAKTUNYA TEPAT
Banyak orang percaya bahwa orang Majus yang menyembah Yesus setelah kelahiran-Nya datang dari daerah Babilonia. Jika demikian, mereka mungkin saja memiliki akses kepada nubuatan seorang nabi Yahudi bernama Daniel. Selama masa pembuangan di Babilonia 400 tahun sebelumnya, Daniel menerima suatu visi yang memungkinkan perhitungan kedatangan Mesias Yahudi. Menurut visi Daniel, dari perintah untuk membangun kembali bait suci (458 atau 444 Sebelum Masehi), 69 kali "tujuh" masa akan diikuti oleh kedatangan dan kematian Sang Mesias. ( Dan 7:13-14; 9:24-27) Sebagian orang percaya bahwa nubuatan ini meperkirakan jumlah hari yang tepat sampai masuknya Yesus ke Yerusalem. (Untuk keterangan lebih lanjut, lihat terbitan RBC berjudul "The Daniel Papers", Q1207)

6. YESUS MENGKLAIM DIRI-NYA SETARA DENGAN ALLAH
Sebagian orang menganggap bahwa Yesus tidak pernah mengklaim bagi diri-Nya seperti apa yang dinyatakan oleh para pengikut-Nya. Namun kegemparan yang meliputi kehidupan-Nya dapat dijelaskan dengan sangat baik oleh pernyataan berulang-Nya tentang kesatuan-Nya dengan Allah. Yohanes, salah satu penulis Injil, mengutip perkataan Yesus, "... sebelum Abraham jadi, AKU ADA" ( Yoh 8:58). (Dalam Kel 3:14, nama AKU ADA dipakai Allah untuk memperkenalkan diri-Nya kepada Musa.) Yohanes juga mengutip Yesus mengatakan, "Aku dan Bapa adalah Satu" ( Yoh 10:30) dan "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia" ( Yoh 14:7). Menurut Injil, Yesus berkata bahwa mengasihi atau membenci Dia, atau menerima atau menolak Dia sama dengan mengasihi atau membenci, menerima atau menolak Bapa-Nya di surga.

7. SAHABAT-SAHABAT-NYA MENYEMBAH DIA
Ketika Tomas, salah satu murid Yesus, melihat Kristus yang bangkit, ia menyerukan, "Ya Tuhanku dan Allahku." ( Yoh 20:28) Bertahun-tahun kemudian, teman dekat dan pengikut Yesus, Yohanes, menuliskan, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan .... Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran." ( Yoh 1:1-3, 14) Sahabat lainnya, Petrus, dalam salah satu suratnya kepada gereja mula-mula, menyebut para pembacanya sebagai "mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus". ( 2Pe 1:1)

8. MUSUH-MUSUH YESUS MENUDUH DIA MENGHUJAT ALLAH
Sebagian orang menganggap bahwa Yesus tidak pernah mengklaim bagi diri-Nya seperti apa yang dinyatakan oleh para pengikut-Nya. Namun kegemparan yang meliputi kehidupan-Nya dapat dijelaskan dengan sangat baik oleh pernyataan berulang-Nya tentang kesatuan-Nya dengan Allah. Yohanes, salah satu penulis Injil, mengutip perkataan Yesus, "... sebelum Abraham jadi, AKU ADA" ( Yoh 8:58). (Dalam Kel 3:14, nama AKU ADA dipakai Allah untuk memperkenalkan diri-Nya kepada Musa.) Yohanes juga mengutip Yesus mengatakan, "Aku dan Bapa adalah Satu" ( Yoh 10:30) dan "Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia" ( Yoh 14:7). Menurut Injil, Yesus berkata bahwa mengasihi atau membenci Dia, atau menerima atau menolak Dia sama dengan mengasihi atau membenci, menerima atau menolak Bapa-Nya di surga.

9. MUJIZAT-MUJIZAT-NYA MENDUKUNG PERNYATAAN-PERNYATAAN-NYA
Ketika Tomas, salah satu murid Yesus, melihat Kristus yang bangkit, ia menyerukan, "Ya Tuhanku dan Allahku." ( Yoh 20:28) Bertahun-tahun kemudian, teman dekat dan pengikut Yesus, Yohanes, menuliskan, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan .... Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran." ( Yoh 1:1-3, 14) Sahabat lainnya, Petrus, dalam salah satu suratnya kepada gereja mula-mula, menyebut para pembacanya sebagai "mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus." ( 2Pe 1:1)

10. KEPERGIAN-NYA LEBIH BESAR/AGUNG DARIPADA KEDATANGAN-NYA
Sahabat-sahabat Yesus bisa saja ingin mempercayai bahwa Ia lebih dari seorang manusia, tetapi musuh-musuhnya tidak. Pemimpin-pemimpin agama Israel dipermalukan bila berpikir bahwa orang yang sama yang telah menuduh mereka sebagai orang munafik, para pemimpin buta yang menuntun orang buta, juga akan menyatakan bahwa Ia mengampuni dosa, berbicara tentang Allah sebagai Bapa-Nya, dan bahkan berkata bahwa Ia adalah satu dengan Allah. Dalam lebih dari satu kesempatan, para pemimpin Israel mengambil batu untuk membunuh Yesus sambil berkata, "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah." ( Yoh 10:33) ANDA TIDAK SENDIRIAN bila Anda memiliki perasaan yang bercampur ketika Anda memikirkan tentang bukti yang mengelilingi kehidupan Yesus. Anda mungkin merasa terdorong untuk percaya bahwa Yesus adalah Putra Allah, tetapi Anda tidak yakin akan hubungan Anda dengan Dia. Jika memang demikian, yakinlah akan hal ini: Jika Anda menerima Dia, Ia akan menerima Anda. Jika Anda mau menerima tawaran-Nya akan pengampunan, kehidupan kekal, dan adopsi/penerimaan ke dalam keluarga Allah, Ia akan menjadi Juruselamat, Guru, dan Tuhan Anda. Bila Anda belum pernah menerima Yesus demikian, kami mendorong Anda untuk dengan teliti membaca ayat-ayat Perjanjian Baru dari Rom 3:23 (yang berkata bahwa semua orang telah berbuat dosa), Rom 6:23 (yang berkata bahwa upah dosa ialah kematian rohani, keterpisahan dari Allah), dan Rom 10:13 (yang menjamin kita bahwa semua orang yang menyebut nama Tuhan Yesus akan diselamatkan). Untuk menerima karunia Allah, Anda dapat berdoa demikian: "Ya Allah, saya tahu bahwa saya adalah seorang berdosa. Saya tidak dapat menyelamatkan diri saya sendiri. Saya percaya Yesus mati di atas kayu salib untuk dosa-dosa saya. Saya percaya Ia bangkit dari kematian untuk menyatakan kehidupan-Nya melalui semua orang yang percaya kepada-Nya. Saya sekarang menerima Dia sebagai Juruselamat saya. Saya menerima tawaran-Mu akan pengampunan dan kehidupan kekal. Terima kasih, ya Bapa. Dalam nama Yesus saya berdoa. Amin." Silakan menghubungi kami untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang bagaimana bertumbuh di dalam kehidupan Anda yang baru sebagai anak Allah. Juga, berdoa kepada Allah untuk memimpin Anda kepada suatu gereja yang dengan setia mengajarkan Alkitab dalam semangat kasih dan keserupaan dengan Kristus. Anda telah menerima hadiah terbesar, hadiah yang dibeli oleh Allah sendiri, dan ditunjukkan hanya untuk Anda.

sumber: RBC Ministries Asia